<p style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Pemasaran bisa dikatakan menjadi kelemahan di sektor pertanian di negara berkembang seperti Indonesia. Besarnya perbedaan harga atau margin pemasaran yang relatif besar menjadi salah satu tantangan yang banyak dijumpai pada komoditas pertanian. Karena itu, perlu adanya strategi pemasaran produk pertanian yang memberi keuntungan bagi petani.</span></p> <p style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Berikut dua hal penting dan tips dalam menentukan strategi pemasaran produk pertanian agar lebih menguntungkan.</span></p> <p style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">lebih menguntungkan.</span></p> <p> <span style="font-size: 16px;"><strong>1.  Margin pemasara</strong></span></p> <p style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Margin pemasaran merupakan biaya dan keuntungan yang diterima pedagang perantara dalam saluran pemasaran. Saluran pemasaran merupakan aliran yang dilewati suatu produk dari produsen ke konsumen.</span></p> <p style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Umumnya, semakin panjang saluran pemasaran, akan memperbesar margin pemasarannya. Sebab, lembaga pemasaran yang terlibat akan semakin banyak. Petani harus bisa memilih saluran terpendek dalam memasarkan produknya atau bisa langsung dipasarkan ke pihak konsumen akhir.</span></p> <p style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Petani akan mampu menjadi <em>price maker</em> atau penentu harga jika bisa memasarkan produknya langsung ke konsumen akhir karena dapat menentukan sendiri harganya. Petani akan lebih merasa diuntungkan karena bisa menentukan harga di tingkat konsumennya secara langsung.</span></p> <p style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Pada saluran ini, biaya pemasaran ditanggung oleh petani, mulai dari pemanenan, penggilingan, dan pengemasan. Dengan tidak adanya lembaga pemasaran yang terlibat, menyebabkan lebih rendahnya harga di tingkat konsumen dan petani lebih diuntungkan.</span></p> <p style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;"><strong><em>2.  Farmer’s share</em></strong></span></p> <p style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;"><em>Farmer’s share</em> merupakan analisis yang berguna untuk mengetahui bagian harga yang diterima oleh petani dari harga di tingkat konsumen yang dinyatakan dalam persentase.</span></p> <p style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Dengan memerhatikan <em>farmer’s share</em>, petani akan lebih tahu sebenarnya berapa bagian harga yang diterimanya dibanding harga yang dibayarkan konsumen sehingga petani dapat melakukan evaluasi terhadap strategi pemasarannya. Apabila nilainya lebih mendekati 100%, berarti petani semakin tidak dirugikan.</span></p> <p style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Dengan adanya nilai <em>farmer’s share</em>, berarti ada pula bagian harga yang diambil oleh lembaga pemasaran yang akan menyebabkan semakin rendahnya harga di tingkat petani dan meningkatnya harga di tingkat konsumen.</span></p> <p style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;"><strong>Tips</strong></span></p> <p style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Dalam mengefisienkan pemasaran produk pertanian, petani setempat dapat melakukan kerja sama yang memiliki komoditas sejenis. Kerja sama bisa berupa membentuk sentra atau gudang penjualan yang dikelola oleh kelompok petani tersebut.</span></p> <p style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Adanya sentra tersebut membuat konsumen bisa lebih mengetahui keberadaan produk dan memberi kemudahan proses jual beli dalam jumlah yang besar. Dengan demikian, petani akan menjadi <em>price maker</em> dalam pemasaran hasil pertaniannya dan dapat menentukan sendiri harga di tingkat konsumennya.</span></p> <p style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Selain membentuk sentra, kerja sama antarpetani setempat juga bisa membuat sistem lelang untuk memasarkan produknya. Sistem lelang akan meningkatkan harga jual produk karena lembaga pemasaran selanjutnya akan dipilih berdasarkan harga beli yang tertinggi. Dengan demikian, petani juga akan lebih mudah mendapat keuntungan dan terhindar dari permainan harga oleh tengkulak atau pengepul sehingga pemasaran produk pertanian akan lebih efisien.</span></p> <p>  </p> <p> <span style="font-size: 10px;"><em>sumber  :  pertanianku.com</em></span></p>
Strategi Pemasaran Produk Pertanian
27 Aug 2018