<p style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 14px;"><strong>Pertanian</strong> - Realisasi ekspor kelapa sawit, jagung, buah-buahan, bawang merah dan produk pertanian lainnya terus didorong. Khusus bawang merah, tahun ini Kementerian Pertanian (Kementan) targetkan ekspor 15 ribu ton, naik dua kali lipat dari 2017.</span></p> <p style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 14px;">Untuk memacu ekspor komoditas pertanian, perlu diperkuat jejaring kerja dan sinergi antara petani, pemerintah dan eksportir,” kata Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura, Prihasto Setyanto dikutip dari <em>Republika</em>, Senin (12/8).</span></p> <p style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 14px;">Menurutnya, Kementan akan terus mendorong ekspor bawang merah, terutama pada bulan-bulan puncak panen, yaitu Juli hingga September 2018.</span></p> <p style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 14px;">“Ekspor bawang merah terus kita dorong karena terbukti memberikan banyak <em>multiplier effect</em> positif, di antaranya petani menjadi lebih semangat menanam, harga terjaga stabil, perbaikan mutu produksi dan sebagainya,” ungkap Prihasto.</span></p> <p style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 14px;">Ia juga mengungkapkan, upaya tersebut dapat menambah devisa negara. “Selain pembinaan di lini produksi, kami juga terus dorong realisasi ekspor sesuai target dan komitmen para eksportir,” ujarnya.</span></p> <p style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 14px;">Sejak 2016, pemerintah telah menghentikan total impor bawang merah jenis shallot dan melakukan terobosan gemilang dengan menggenjot ekspor ke beberapa negara tetangga. Sebelumnya pada 2014, Indonesia masih impor bawang merah hingga 74.903 ton, namun di 2015 impor menurun drastis menjadi 17.428 ton.</span></p> <p style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 14px;">Data Badan Pusat Statistik menyebutkan, pada 2017 ekspor komoditas hortikultura naik tajam, khususnya untuk komoditas bawang merah yang mencapai 7.750 ton atau naik 93,5 % dibandingkan 2016 yang hanya 736 ton.  Untuk itu, di 2018 ini, Kementan mematok target ekspor bawang merah hingga 15 ribu ton.</span></p> <p style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 14px;">Menanggapi hal itu, Direktur PT Aman Buana Putra, Aman Herry Satyo menjelaskan, pihaknya berkomitmen mengekspor 6.000 ton bawang merah tahun ini.</span></p> <p style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 14px;">“Ekspornya secara bertahap ke Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Kami sangat mendukung upaya Bapak Mentan Amran Sulaiman meningkatkan ekspor pertanian khususnya bawang merah,” tuturnya.</span></p> <p style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 14px;">Ia mengaku tidak kesulitan mendapat pasokan karena sentra penghasil bawang merah saat ini sudah menyebar di banyak daerah. Suplai bawang merah diperoleh dari para petani di Malang, Bima, Sumbawa, dan Probolinggo.</span></p> <p style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 14px;">“Pasar luar negeri membutuhkan bawang merah berukuran sedang hingga besar, warna merah cerah, kadar air rendah, dan <em>fresh</em>. Varietas lokal yang potensial diekspor adalah Super Phillip atau Biru Lancor. Kami berharap dinas (pemerintah) terus mendampingi petani bawang merah agar menghasilkan produk yang berkualitas ekspor dan ramah lingkungan,” pungkasnya.</span></p> <p>  </p> <p> <span style="font-size: 10px;"><em>sumber  :  pertanianku.com</em></span></p>
Kementerian Pertanian Targetkan Ekspor 15 Ribu Ton Bawang Merah
17 Aug 2018