<div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Buat yang saat ini sedang beternak Kambing maupun Sapi betina terutama yang baru bunting, sepertinya materi ini sangat penting buat dibaca karena ternak yang habis beranak biasanya sangat rentan terserang penyakit Mastitis.</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;"><strong><em>Apa sih sebenarnya Mastitis itu..?</em></strong></span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;"><strong><em>Mastitis </em></strong>adalah penyakit yang menyerang kelenjar susu ternak yang ditandai dengan pembengkaan dan kesakitan pada ambing susu.</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Meski demikian ada juga yang disebut dengan Mastitis subklinis yakni Mastitis yang tidak disertai gejala sakit sehingga hanya bisa diketahui dengan pemeriksaan laboratorium.</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Mastitis menyerang ternak pada masa produksi susu maupun pada masa kerig (dua minggu setelah penghentian pemerahan atau dua minggu sebelum melahirkan).</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Waktu yang paling rawan adalah beberapa hari setelah melahirkan.</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Mengapa..?</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Karena pada masa ini umumnya kondisi tubuh ternak sedang turun karena sedang dalam pemulihan pasca melahirkan sehingga kemampuan tubuh melawan infeksi menjadi berkurang apalagi pada ternak yang sudah tua (beranak lebih dari 5 kali).</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Jadi pemberian multivitamin sangat penting pada masa ini.</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;"><strong>Penyebab</strong></span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Mastitis pada ternak Kambing dan Sapi disebabkan oleh Bakteri dan Jamur.</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Beberapa jenis Bakteri yang dikonfirmasi sebagai penyebab Mastitis adalah :</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">- Staphylococcus aureus</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">- Staphylococcus epidermidis</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">- Streptococcus dysgalactiae</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">- Streptococcus agalactiae</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">- Streptococcus uberis</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">- Klebsiella</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">- Escherichia colli</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Sedang dari golongan Jamur adalah :</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">- Actinomyces sp</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">- Candida sp</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Bakteri yang sering ditemukan pada kasus Mastitis subklinis adalah :</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">- Staphylococcus aureus</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">- Streptococcus agalactiae</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">- Escherichia colli</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Apa sih nilai penting kita mengetahui jenis-jenis mikroba penyebab Mastitis..?</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Nilai pentingnya adalah kita bisa memperkirakan langkah-langkah pengobatan yang akan kita ambil nantinya.</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Jika penyebabnya adalah Jamur maka akan percuma kita memberikan antibiotik dan juga perlu diketahui tidak semua Bakteri sensitif (bisa diberantas) dengan salah satu jenis antibiotik</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;"><strong>Patogenesis</strong></span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Bagaimana infeksi terjadi pada kambing..?</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Untuk bisa memahami bagaimana terjadinya infeksi pada ambing maka ada baiknya kita mengetahui bagaimanakah struktur anatomy dari ambing ternak.</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Kambing pada ternak disusun oleh beberapa bagian :</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">A. Puting</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">1. Streak canal/lubang puting</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">2. Sphincter muscle/klep</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">3. Teat cistern/rongga puting</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">B. Penampung Susu (Gland Cistern)</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">C. Kelenjar Susu</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">1. Lobe/kelenjar susu</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">2. Ductus/saluran susu</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Ada dua jalan untuk terjadinya infeksi pada kambing (kantong susu) :</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Yang pertama adalah infeksi dari luar tubuh yang kedua adalah dari dalam organ tubuh yang terinfeksi yang menyebar melalui pembuluh darah/limfe (jarang terjadi).</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Infeksi dari luar tubuh dimulai dari masuknya mikroba ke dalam kambing melalui lubang puting (teat canal) yang terbuka karena diperah atau disusu anaknya.</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Infeksi dimulai pada rongga bagian bawah kambing yang kemudian apabila tidak diobati akan menyebar ke atas dan mengakibatkan infeksi yang lebih parah.</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Perbedaan lokasi infeksi dan jenis bakteri akan menghasilkan gejala yang berbeda secara klinis maupun laboratoris.</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Pada dasarnya kambing telah dibekali mekanisme pertahanan berupa spincter atau klep yang dapat menutup setelah diperah atau disusu namun proses penutupan ini membutuhkan beberapa waktu.</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Pada jeda inilah tingkat kerawanan infeksi meningkat, sehingga pada prosedur baku pemerahan biasanya dianjurkan untuk mencelup puting susu dengan antiseptik (alkohol 70% atau povidon iodin 1%) setiap kali selesai pemerahan.</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Jalur infeksi yang kedua adalah melalui saluran darah, infeksi ini terjadi pada Mastitis yang disebabkan oleh bakteri Brucella abortus yang menyebar dari organ reproduksi.</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;"><strong>Tanda Klinis</strong></span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Sebelum berbicara tentang tanda klinis Mastitis ada baiknya kita mengetahui beberapa pembagian Mastitis.</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">1. Berdasarkan onset (proses kejadian) penyakit Mastitis dibagi menjadi Mastitis perakut, akut dan kronis.</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">2. Berdasar tampak tidaknya gejala Mastitis dibagi menjadi Mastitis klinis dan subklinis (tidak tampak).</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Secara umum Mastitis ditandai dengan pembengkakan salah satu kuartir/bagian kambing kanan atau kiri, jarang terjadi dua-duanya/keempat-empatnya (Sapi), ambing menjadi keras, memerah, panas dan sakit saat disentuh.</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Bila diperah maka susu akan berubah menjadi bening dan encer, saat sudah lanjut susu akan menjadi pecah/berjonjot dan kadang disertai darah.</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Pada Mastitis perakut gejala klinis akan berlangsung cepat dan dalam satu hari bisa diikuti dengan kematian (terutama pada Kambing), umumnya penyakit berlangsung akut (1-3 hari) sehingga dengan pengamatan yang cermat dapat segera ditangani.</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Sedangkan pada Mastitis kronis biasanya gejala klinis tidak begitu mencolok namun diikuti dengan perubahan jaringan menjadi jaringan ikat atau kematian kelenjar susu.</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;"><strong>Langkah Pemeriksaan Mastitis Secara Mandiri</strong></span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">1. Lakukan restrain atau pengekangan dengan tali, tujuannya agar hewan tidak berontak dan untuk menjaga keamanan pemeriksa.</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">2. Amati dari jarak dekat perubahan-perubahan yang mungkin terjadi pada kambing.</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Perubahan bisa berupa pembengkakan atau perubahan warna kulit kambing.</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">3. Raba kambing dan lakukan sedikit tekanan, perhatikan ada atau tidak respon rasa sakit dan rasakan apakah kambing berubah menjadi keras atau tidak.</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">4. Selanjutnya coba lakukan pemerahan pada kambing yang dicurigai mengalami Mastitis, lihat apakah ada perubahan pada bentuk cairan susu seperti berubah menjadi encer, berjonjot atau bercampur dengan darah.</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Apabila dengan pemeriksaan tersebut tidak ditemukan tanda Mastitis tapi produksi susu menurun bisa jadi ternak mengalami Mastitis subklinis.</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Pada Mastitis subklinis penyakit dapat diketahui dengan pemeriksaan jumlah sel somatik yang ada pada susu di laboratorium.</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;"><strong>Kerugian yang ditimbulkan akibat penyakit Mastitis :</strong></span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Kerugian ekonomi yang diakibatkan oleh Mastitis meliputi penurunan produksi susu/kuartir, penurunan kualitas susu yang mengakibatkan penolakan, peningkatan biaya perawatan dan pengobatan, pengafkiran ternak lebih awal dan pembelian ternak baru.</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Langkah yang dinilai paling tepat dalam mensikapi kasus Mastitis pada ternak adalah dengan langkah pencegahan.</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;"><strong>Langkah Pencegahan Mastitis</strong></span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Mastitis adalah penyakit yang umum terjadi pada ternak betina terutama ternak yang dimanfaatkan hasil susunya.</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Mastitis dapat dicegah atau diminimalisir dengan menerapkan beberapa langkah berikut :</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">1. Peningkatan sanitasi kandang, dilakukan dengan cara menyemprot kandang/membersihkan kandang beberapa saat sebelum dilakukan pemerahan, kandang diupayakan selalu dalam keadaan bersih dan kering.</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">2. Penerapan higiene pemerahan susu yang baik, seperti pencucian ambing sebelum dan sesudah pemerahan dengan kain yang bersih dan tidak dipakai bergantian dengan ternak lainnya, dipping atau pencelupan puting susu setelah diperah dengan iodin 1%, menjaga kebersihan tangan atau mesin perah.</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">3. Peningkatan kualitas kesehatan ternak dengan cara memberikan pakan yang cukup dan pemberian multivitamin mineral terutama pada masa-masa kritis/resiko tinggi seperti pasca beranak atau pasca ditransportasikan.</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Apabila langkah pencegahan telah diterapkan dengan baik namun kasus tetap muncul maka perlu dilakukan langkah pengobatan. Dalam pengobatan Mastitis ada beberapa hal yang harus diperhatikan sehingga pengobatan menjadi efektif seperti pemilihan jenis obat dan penentuan waktu yang tepat untuk pengobatan.</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;"><strong>Langkah Pengobatan Mastitis</strong></span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Mastitis sebagian besar disebabkan oleh bakteri dan jarang disebabkan oleh jamur, sehingga secara umum bisa diterapi dengan antibiotik. Langkah yang harus dilakukan sebelum melakukan pengobatan dengan antibiotik adalah melakukan uji sensitivitas bakteri terhadap antibiotik namun langkah ini sangat sulit untuk dilakukan dilapangan.</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Kabar baiknya adalah dari sekian banyak bakteri penyebab Mastitis bakteri Staphylococcus aureus adalah yang palling sering ditemui dan data sensitivitas bakteri tersebut terhadap antibiotik telah diteliti. Tabel hasil uji sensitivitas Bakteri Staphylococcus aureus (Turutoglu et al, 2006) terhadap beberapa jenis antibiotik berikut ini :</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">No. Jenis Antibiotik                Resistensi    Efektivitas</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">1. Oxytetracycline                                65,8%            34,2%</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">2. Penicillin G                                      76,3%            23,7%</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">3. Ampicillin                                         73,7%            26,3%</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">4. Ampicillin/Sulbactam                         2,6%            97,4%</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">5. Amoxycillin/Clavulanic acid               0,0%             100%</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">6. Cloxacillin                                        18,4%            81,6%</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">7. Neomycin                                          7,9%            92,1%</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">8. Trimethoprim/Sulpha-Metoxazone  47,7%            52,3%</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">9. Gentamicin                                      57,9%           42,1%</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Dari data tersebut kita bisa melihat bahwa obat jenis Amoxycillin adalah obat yang memiliki efektivitas tertinggi, disusul Ampicillin/Sulbactam dan Neomycin. Ada baiknya dalam memillih antibiotik tidak memilih yang bersifat "Long Acting" sehingga apabila setelah diterapi tidak tampak adanya perkembangan maka bisa diganti dengan antibiotik lainnya tanpa harus menunggu waktu lama.</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Kapan waktu pengobatan yang paling efektif..?</span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Pengobatan Mastitis yang paling baik adalah pada masa kering susu. Apabila telah dilakukan pengobatan dengan beberapa jenis antibiotik namun tidak respon bisa jadi penyebab Mastitis adalah Jamur.</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 16px;">Demikian seputar Penyakit dan Pengobatan Mastitis pada Kambing dan Sapi.</span></div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;">  </div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 11px;"><em>Penulis  :  Yudi Marta (bioboosthebat)</em></span></div>
Penyakit Mastitis Pada Kambing dan Sapi
21 Aug 2018