<p dir="ltr" style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 14px;">Palawija adalah sebuah istilah pertanian di Indonesia yang cukup populer terutama bagi para petani di daerah Jawa. Keuntungan menanam palawija bisa didapatkan petani yang memiliki area persawahan, yakni untuk ditanam menggantikan padi setelah panen.</span></p> <p dir="ltr" style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 14px;">Palawija diadopsi dari bahasa Sansekerta, yaitu <em>phaladwija</em> yang mempunyai arti tanaman kedua. Tanaman kedua maksudnya adalah tanaman yang memberikan hasil kedua setelah panen padi.</span></p> <p dir="ltr" style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 14px;">Tanaman palawija memiliki peran yang cukup penting dalam penyedian kebutuhan pangan di Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik, pada 2008 palawija memberikan kontribusi hingga 30% dari total nilai produksi tanaman pangan.</span></p> <p dir="ltr" style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 14px;">Disamping itu, palawija merupakan jenis tanaman yang memiliki banyak manfaat dan kegunaan, di antaranya sumber makanan pokok bagi manusia bahkan hewan ternak dan sebagai bahan baku industri.</span></p> <p dir="ltr" style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 14px;">Tanaman yang dapat dikategorikan sebagai palawija biasanya merupakan tanaman semusim atau tanaman yang hanya dapat dipanen sekali. Tanaman yang termasuk kategori palawija umumnya tanaman kacang-kacangan dan umbi-umbian.</span></p> <p dir="ltr" style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 14px;">Beberapa sumber mengatakan jika tanaman yang memiliki buah yang menempel ke tanah seperti labu, semangka, mentimun juga tergolong dalam kategori tanaman palawija. Di Indonesia sendiri jenis tersebut lebih umum dikenal dengan tanaman hortikultura.</span></p> <p dir="ltr" style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 14px;">Beberapa jenis palawija yang cukup umum dijumpai di Indonesia adalah kacang hijau, kacang tanah, kacang panjang, kedelai, jagung, sorgum, mentimun, oyong, singkong, kentang, ubi jalar, gembili, wortel, dan talas.</span></p> <p dir="ltr" style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 14px;"><strong>Keuntungan menanam palawija</strong></span></p> <p dir="ltr" style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 14px;">Penanaman palawija dilakukan petani untuk mengisi kekosongan lahan setelah panen padi dilakukan, terutama pada musim kering. Salah satu manfaat menanam tanaman palawija bagi petani adalah untuk menambah pendapatan dari hasil panen palawija yang dilakukan.</span></p> <p dir="ltr" style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 14px;">Keuntungan lainnya ialah terjaganya tingkat keasaman tanah. Lahan yang hanya ditanami satu jenis tanaman akan menyebabkan ketidakseimbangan antara unsur H+ dan OH- pada tanah sehingga menaikkan kadar asam pada tanah. Untuk itu, tanaman palawija menjadi alat diversifikasi yang dapat menjaga tingkat keasaman tanah menjadi seimbang.</span></p> <p dir="ltr" style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 14px;">Beberapa jenis palawija dapat dikategorikan sebagai tanaman yang menguntungkan. Segi keuntungan yang didapat bukan hanya dari harga, melainkan juga dari kecepatan panen tanaman tersebut.</span></p> <p dir="ltr" style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 14px;">Terdapat beragam teknik dan cara yang dapat Anda lakukan dalam budidaya tanaman palawija.  Perbedaan cara budidaya ini bergantung pada jenis tanaman yang hendak ditanam nantinya. Namun pada dasarnya, budidaya tanaman palawija tidaklah begitu sulit dilakukan. Ini karena tanaman palawija umumnya tidak memerlukan pengairan dan mampu bertahan dalam kondisi kering.</span></p> <p>  </p> <p> <span style="font-size: 10px;"><em>Sumber  :  pertanianku.com</em></span></p>
Keuntungan Menanam Palawija untuk Lahan Pertanian
30 Jul 2018